Saturday, March 9, 2019

Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia

  13 comments
March 09, 2019

Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia

Argumentasi ilmiah adalah sebuah pernyataan yang didukung oleh beberapa bukti atau fakta yang diukur atau diamati dari kegiatan penyelidikan dan menghubungkan itu semua secara bersama-sama dengan fakta ilmu pengetahuan. Dasar tulisan yang bersifat argumentatif ini adalah berpikir kritis dan logis, sehingga pemikirannya didasarkan pada fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada (Keraf, 2007). Oleh karena itu melalui argumentasi, peserta didik dapat berusaha menunjukkan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga mereka mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu klaim benar atau tidak.

Apabila peserta didik tidak dilatih untuk berargumentasi ilmiah, maka akan mengakibatkan peserta didik hanya memiliki banyak pengetahuan saja, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara memperoleh pengetahuan dan suatu konsep ilmu pengetahuan. Karena mereka tidak diberi kesempatan untuk belajar bagaimana menjelaskan data, menilai relevansi atau kecukupan bukti, mendukung klaim, menanggapi pertanyaan atau adu pendapat dan merevisi pernyataan berdasarkan umpan balik atau bukti baru yang didapatkan (Probosari, dkk., 2016). Selain itu, peserta didik akan cepat lupa dengan materi yang diajarkan karena mereka lebih banyak menghafal dan belajar teori saja, sehingga menyebabkan potensi berpikir kritis dan logis peserta didik kurang tergali secara optimal.

Ketiga komponen argumentasi ilmiah ini dijelaskan sebagai berikut (Georgia Tech n.d, diakses 21 Februari 2016):
  1. Klaim: pernyataan tentang fenomena atau kejadian.
  2. Bukti: fakta dari pengukuran dan pengamatan, yang dikumpulkan selama investigasi, yang mendukung klaim.
  3. Alasan ilmiah: fakta ilmiah atau pengetahuan yang menjelaskan hubungan antara bukti dan klaim.
Komponen-komponen argumentasi ilmiah tersebut dapat diilustrasikan melalui kerangka menurut Sampson dan Schleigh (2013), kerangka ini juga dapat mengilustrasikan beberapa kriteria yang dapat dan harus digunakan untuk mengevaluasi manfaat dari argumentasi ilmiah yang disajikan dalam gambar 2.1.

Berdasarkan kerangka Gambar 2.1, klaim adalah dugaan, kesimpulan, penjelasan, atau pernyataan deskriptif yang menjawab pertanyaan penelitian. Klaim tersebut sesuai dan didukung oleh komponen bukti yang mengacu pada pengukuran, pengamatan, atau bahkan temuan dari penelitian lain yang telah dikumpulkan, dianalisis, dan kemudian ditafsirkan oleh para peneliti. Kemudian bukti ini didukung dan dijelaskan oleh sebuah pembenaran. Pembenaran omponen bukti dari argumen ini adalah satu atau dua pernyataan yang menjelaskan pentingnya dan relevansi bukti dengan menghubungkan ke prinsip tertentu, konsep, atau asumsi yang mendasarinya. 
Gambar 2.1 Kerangka dari komponen-komponen argumentasi ilmiah dan beberapa kriteria yang dapat dan harus digunakan untuk mengevaluasi manfaat dari argumentasi ilmiah

Sedangkan menurut Toulmin (2003), argumentasi terdiri dari unsur-unsur berikut: a) Klaim, merupakan pernyataan yang disajikan dalam menanggapi sebuah masalah, b) Data, meliputi bukti atau dukungan pada saat klaim dibuat, c) Warrant/jaminan, yang mendukung hubungan antara klaim dan data, d) Backing/dukungan, dikenal sebagai pendukung dari warrant, e) Qualifier, yang merupakan istilah yang menunjukkan sifat kemungkinan klaim, dan f) Reservation, mengacu pada kondisi dimana warrant tidak akan bertahan dan tidak dapat mendukung klaim. Unsur-unsur ini merupakan dasar dari tulisan argumentatif dan kerangka untuk menulis esai argumentatif.

Dari penjelasan di atas menyatakan bahwa argumentasi ilmiah harus memiliki klaim, bukti dan alasan penalaran yang kuat dan persuasif. Dalam argumentasi ilmiah klaim, bukti, dan penalaran yang kuat dan persuasif memiliki karakteristik tertentu, yaitu sebagai berikut (Georgia Tech n.d, diakses 21 Februari 2016): 
a) Karakteristik klaim yang kuat dan persuasif
    1) Jawaban dari pertanyaan yang diminta 
    2) Berdiri sendiri dengan mengulang pertanyaan dalam kalimat lengkap 
    3) Menjelaskan sebab dan akibat (klaim saya adalah _____
        karena _____) 
b) Karakteristik bukti yang kuat dan persuasif
    1) Fakta yang ditemukan dalam analisis data
    2) Beberapa percobaan atau pengamatan dilaporkan dan dianalisis
    3) Bukti secara ilmiah benar dan sesuai dengan pertanyaan
    4) Cukup, lebih dari satu potongan bukti yang tepat 
c) Karakteristik penalaran ilmiah yang kuat
    1) Termasuk kosakata ilmu yang tepat atau secara istilah
    2) Sepenuhnya menjelaskan fakta-fakta ilmiah yang menghubungkan bukti dan klaim
    3) Jawaban mengapa dan/atau bagaimana pola bukti terjadi dan mendukung klaim

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang berpendapat maka harus disertai dengan bukti dan alasan yang kuat dan persuasif, sehingga pendapat tersebut dapat diterima oleh orang lain sebagai argumen yang benar. 

Penulisan laporan penyelidikan berformat SWH menuntut dan melatih peserta didik untuk membuat pertanyaan penyelidikan, membuat klaim dan menunjukkan bukti-bukti serta memberikan alasan ilmiah untuk mendukung klaim mereka. Kerangka ini juga menuntut peserta didik untuk berunding dan membandingkan temuan mereka dengan orang lain, termasuk buku teks, peserta didik lain, internet dan sumber-sumber yang lain. Sehingga dengan menggunakan kerangka penulisan laporan penyelidikan berformat SWH ini, peserta didik dapat dilatih berargumentasi ilmiah dengan baik. 

Kerangka penulisan laporan penyelidikan berformat SWH ini, berbeda dengan format laporan penyelidikan standar, yang mana dalam format laporan penyelidikan standar peserta didik diminta untuk mengisi/melengkapi bagian seperti judul, tujuan, prosedur, data, perhitungan, hasil dan pembahasan, dan diminta untuk membuktikan konsep ilmu yang sudah dijelaskan kepada mereka (Erkol, Kisoglu, dan Buyukkasap, 2010). Format laporan penyelidikan standar ini, tampaknya seperti karakteristik umum dari pendidikan sains yang lebih berbasis pada menghafal, belajar teori dan kegiatan laboratorium yang didasarkan pada pengukuran yang berorientasi pada seberapa baik peserta didik menghafal. 

Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan yang berorientasi pada SWH peserta didik dapat dilatih untuk melakukan proses-proses ilmiah dengan menulis laporan hasil penyelidikan berdasarkan pada klaim, fakta/bukti, dan alasan-alasan ilmiah sehingga dapat menumbuhkan sikap ilmiah yang baik dan pada akhirnya diharapkan dapat memunculkan dan meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah.

contoh rubrik penilaian laporan praktikum pada materi asam basa


Instrumen Penilaian Kemampuan Argumentasi Ilmiah  Berorientasi Science Writing Heuristic (SWH)
No
Aspek yang dinilai
Skala penilaian
Skor
1
2
3
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan




2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan




3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 




4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)




5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis




Jumlah


Keterangan Skala Nilai Tiap Aspek
No
Aspek penilaian
Skala
Keterangan skala nilai
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
3
Menyertakan ˃ 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Menyertakan 50% - 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
1
Hanya menyertakan ˂ 50% data hasil penyelidikan dengan format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
3
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˃ 5 klaim dengan benar.
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak 3 – 5 klaim dengan benar.
1
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˂ 3 klaim dengan benar.
3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 
3
Mampu menjelaskan data/bukti dari 3 – 4 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
2
Mampu menjelaskan data/bukti dari 2 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
1
Mampu menjelaskan data/bukti dari 1 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran
dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
3
Mampu menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan
(klaim) pada laporan asam basa dan larutan penyangga (keduanya).
2
Mampu menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan/atau eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim) pada laporan asam basa dan/atau larutan penyangga (salah satu).
1
Tidak menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal (tidak keduanya) untuk mendukung pernyataan (klaim).
5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis
3
Mampu mengkaitkan argumen dengan hipotesis pada laporan asam basa dan larutan penyangga.
2
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis pada laporan asam basa atau pada larutan penyangga.
1
Tidak mengkaitkan argumen  dengan hipotesis.
(Walker, 2011)

contoh laporan
keterangan :
Jumlah data pada asam basa ada 12 data (3 percobaan) dan pada larutan penyangga ada 4 data (1 percobaan).
1.         Data pada laporan asam basa
a.       Percobaan 1
Penentuan larutan asam dan basa menggunakan indikator kertas lakmus.
b.      Percobaan 2
Penentuan sifat larutan asam dan basa menggunakan indicator asam basa




c.       Percobaan 3
Penentuan sifat larutan asam dan basa menggunakan indicator universal.

2. Data pada laporan larutan penyangga
3. Pengaruh penambahan sedikit asam kuat, sedikit basa kuat dan pengeceran

Jumlah pernyataan (klaim) pada asam basa ada 6 dan pada larutan penyangga ada 1.
1.         Klaim pada laporan asam basa
1)      Larutan asam adalah larutan yang dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah dan pada kertas lakmus merah tetap merah.
2)      Larutan basa adalah larutan yang dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru dan pada kertas lakmus biru tetap biru.
3)      Larutan asam adalah larutan yang apabila ditambahkan indicator asam basa: metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolftalein berturut-turut akan menghasilkan warna merah, merah, kuning, dan tidak berwarna, sehingga dapat diperkirakan nilai pH nya (pH asam < 7).
4)      Larutan basa adalah larutan yang apabila ditambahkan indicator asam basa: metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolftalein berturut-turut akan menghasilkan warna kuning, kuning, hijau tua atau kuning, merah atau tidak berwarna, sehingga dapat diperkirakan nilai pH nya (pH basa > 7).
5)      Larutan asam adalah larutan yang mempunyai pH < 7.
6)      Larutan basa adalah larutan yang mempunyai pH > 7.
2.         Klaim pada laporan larutan penyangga
Larutan penyangga merupakan larutan yang dapat mempertahankan pH setelah ditambahkan sedikit asam, basa, maupun pengenceran, sehingga larutan penyangga memiliki pH relatif tetap.

Berdasarkan aplikasi argumentasi yang saya jelaskan diatas, menurut anda cocokkah penilaian argumen yang dibuat dengan laporan yang ada? kemudian kesulitan apa yang anda alami saat membuat rubrik penilaian? langkah apa yang anda lakukan untuk dapat memahaminya?

Read More

Friday, March 1, 2019

Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor

  15 comments
March 01, 2019

Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor

Penilaian afektif, bagi sebagian guru lebih sulit dilakukan dibanding penilaian kognitif atau penilaian psikomotor. Padahal dalam dunia pendidikan seperti halnya di sekolah, ranah afektif juga sangat perlu mendapatkan perhatian. Kenyataan selama ini di lapangan lebih menunjukkan penilaian afektif terkesan bagai “anak tiri” dibanding  penilaian kognitif maupun psikomotor. Ada juga kasus-kasus di lapangan yang menunjukkan guru telah melakukan penilaian afektif, tetapi tanpa panduan atau instrumen yang baik.

Ranah afektif sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Beberapa komponen penting ranah afektif misalnya minat dan sikap terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran. Siswa bisa memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran atau materi pelajaran tertentu, bisa juga negatif, atau netral. Harapan semua guru tentunya, siswa mereka memiliki sikap dan minat positif terhadap semua mata pelajaran atau materi pelajaran. Melalui sikap yang positif ini kemudian dapat diharapkan, siswa juga akan memiliki minat yang positif. Siswa yang mempunyai sikap positif dan minat positif terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dalam kegiatan pembelajaran.

Contoh Instrumen Penilaian Afektif

INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF
Kompetensi Inti
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi   atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Kompetensi Dasar
KD 2.1: Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahudisiplinjujurobjektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.  
KD 2.2: Menunjukkan perilaku kerjasamasantun, toleran, cinta damai dan peduli
KD 2.3 : Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan

Indikator
2.1.1.Menunjukkan sikap rasa ingin tahu dengan mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia dan mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
2.1.2. Menunjukkan prilaku disiplin dengan tepat waktu mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru
2.1.3. Menunjukkan prilaku jujur dengan berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain
2.1.4. Menunjukkan prilaku teliti dengan mengerjakan tugas sesuai dengan hasil yang diharapkan dan terstruktur
2.1.5. Menunjukkan prilaku kreatif dengan menghubungkan fenomena alam yang ada yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan
2.1.6. Menunjukkan kerjasama dalam memecahkan masalah yang dijumpai secara bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
2.1.7. Menunjukkan prilaku proaktif dengan memberikan pendapat pada saat proses pembelajaran

Lampiran 1
KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI SISWA  

No.
Indikator sikap yang diamati
Indikator
1.
Rasa ingin tahu
mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia
mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
Menghubungkan fenomena alam yang ada yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan
2.
Disiplin
mengumpulkan tugas tepat waktu
3.
Jujur
berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain
4.
Teliti
Memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan
Mengerjakan tugas secara terstruktur
5.
Kerjasama
memecahkan masalah yang dijumpai secara bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
6.
Proaktif
Menunjukkan prilaku proaktif dengan memberikan pendapat pada saat proses pembelajaran

Lampiran 2

LEMBAR OBSERVASI SIKAP SISWA
KESETIMBANGAN KIMIA

Nama Siswa   : …………………….
Kelas               : …………………….
Tanggal          : …………………….

Pedoman pengisian :
Pengisian lembar observasi dilakukan dengan memberikan tanda cheklist (√) pada kolom sesuai dengan skor sikap yang ditunjukkan oleh siswa.

No.
Kriteria Penilaian
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
1
mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia




2
mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami




3
mengumpulkan tugas tepat waktu




4
berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain




5
Memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan




6
Mengerjakan tugas secara terstruktur




7
Menghubungkan fenomena alam yang ada yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan




8
memecahkan masalah yang dijumpai secara bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru




9
Menunjukkan prilaku proaktif dengan memberikan pendapat pada saat proses pembelajaran





Pedoman penskoran:
Hasil penilaian
Skor
Selalu
4
Sering
3
Kadang-kadang
2
Tidak pernah
1

Penghitungan skor akhir siswa akan didapatkan dengan menggunakan persamaan:
Skor = skor yang diperoleh/skor masksimal x 4
Kriteria predikat yang didapatkan siswa sesuai dengan Permendikbud No. 81A Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Predikat
Kode
Skor
Sangat Baik
SB
3,33 < skor ≤ 4,00
Baik
B
2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup
C
1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang
K
Skor ≤ 1,33

Lampiran 3

KISI-KISI LEMBAR PENILAIAN DIRI (SELF ASSESSMENT)

Sikap
Indikator
Butir Pernyataan
Jenis Pernyataan
Nomor Pernyataan
Rasa ingin tahu
mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia
Saya mencari informasi lebih terkait materi kesetimbangan kimia
+
7
Saya hanya mendengarkan penjelesan yang diberikan oleh guru  terkait materi kesetimbangan kimia
-
14
mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
Saya mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
+
1
Saya lebih memilih diam dalam proses pembelajaran walau belum paham dengan apa yang dijelaskan oleh guru
-
8
Menghubungkan fenomena alam yang ada yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan
Saya mengetahui adanya fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan
+
5
Saya tidak tau ada hubungan reaksi kesetimbangan fenomena yang ada di alam
-
10
Disiplin
mengumpulkan tugas tepat waktu
Saya mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan oleh guru
+
9
Saya mengumpulkan tugas walau tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh guru
-
2
Jujur
berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain
Saya berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain
+
12
Saya mengerjakan tugas dengan mencontek tugas teman saya
-
3
Teliti
Memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan
Saya memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan kepada guru
+
6
Saya mengumpulkan tugas tanpa diperiksa kembali
-
15
Mengerjakan tugas secara terstruktur
Saya mengerjakan tugas secara terstruktur sesuai dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru
+
4
Saya membuat mengerjakan tugas sesuka hati
-
17
Kerjasama
memecahkan masalah yang dijumpai secara bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
Saya berdiskusi dengan teman dalam memecahkan masalah yang dijumpai saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
+
18
Saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru
-
11
Proaktif
Menunjukkan prilaku proaktif dengan memberikan pendapat pada saat proses pembelajaran
Saya mengeluarkan pendapat pada saat proses pembelajaran    berlangsung
+
16
Saya tidak banyak komentar pada saat pembelajaran berlangsung
-
13

Lampiran 4

LEMBAR PENILAIAN DIRI (SELF ASESSMENT)
KESETIMBANGAN KIMIA

Nama Siswa   : …………………….
Kelas               : …………………….
Tanggal          : …………………….

Petunjuk pengisian :
1.      Baca pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan baik, teliti, dan cermat.
2.      Pilihlah jawaban yang sesuai dengan sikap dan kebiasaanmu pada kolom pilihan di sebelah kanan pernyataan dengan memberikan tanda checklist (√) pada kolom yang sesuai
3.      Jika pernyataan kurang jelas,  Tanyakan atau laporkan kepada guru

Keterangan jawaban :
SS        : Sangat setuju                         TS        : Tidak setuju
S          : Setuju                                    STS     : Sangat tidak setuju


No
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1
Saya mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami




2
Saya mengumpulkan tugas walau tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh guru




3
Saya mengerjakan tugas dengan mencontek tugas teman saya




4
Saya mengerjakan tugas secara terstruktur sesuai dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru




5
Saya mengetahui adanya fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan




6
Saya memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan kepada guru




7
Saya mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia




8
Saya lebih memilih diam dalam proses pembelajaran walau belum paham dengan apa yang dijelaskan oleh guru




9
Saya mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan oleh guru




10
Saya tidak tau ada hubungan reaksi kesetimbangan fenomena yang ada di alam




11
Saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru




12
Saya berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain




13
Saya tidak banyak komentar pada saat pembelajaran berlangsung




14
Saya hanya mendengarkan penjelesan yang diberikan oleh guru  terkait materi kesetimbangan kimia




15
Saya mengumpulkan tugas tanpa diperiksa kembali




16
Saya mengeluarkan pendapat pada saat proses pembelajaran berlangsung




17
Saya membuat mengerjakan tugas sesuka hati




18
Saya berdiskusi dengan teman dalam memecahkan masalah yang dijumpai saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru





Pedoman Penskoran :
·         Pernyataan Positif
SS        = 4
S          = 3
TS        = 2
STS     = 1
·         Pernyataan negatif
SS        = 1
S          = 2
TS        = 3
STS     = 4
Skor siswa didapatkan dengan menggunakan rumus:
Skor = skor yang diperoleh/skor masksimal x 4

Lampiran 5
KISI-KISI LEMBAR PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASSESSMENT)

Sikap
Indikator
Butir Pernyataan
Jenis Pernyataan
Nomor Pernyataan
Rasa ingin tahu
mencari informasi terkait materi kesetimbangan kimia
Teman saya mencari informasi di internet dan media lain terkait materi kesetimbangan kimia
+
7
Teman saya mencari informasi di internet tentang dunia sosial
-
14
mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
Teman saya mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami
+
1
Teman saya diam saat proses pembelajaran berlangsung walau dia terlihat tidak mengerti
-
8
Menghubungkan fenomena alam yang ada yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan
Teman saya mengemukakan kalau ada fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari
+
5
Teman saya tidak ada mengemukakan fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari
-
10
Disiplin
mengumpulkan tugas tepat waktu
Teman saya mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan oleh guru
+
9
Teman saya mengumpulkan tugas walau tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh guru
-
2
Jujur
berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas tanpa mencontek orang lain
Teman saya berusaha dalam mengerjakan tugas sendiri tanpa mencontek orang lain
+
12
Teman saya mengerjakan tugas dengan mencontek tugas orang lain
-
3
Teliti
Memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan
Teman saya memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan kepada guru
+
6
Teman Saya mengumpulkan tugas tanpa diperiksa kembali
-
15
Mengerjakan tugas secara terstruktur
Teman saya mengerjakan tugas secara terstruktur sesuai dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru
+
4
Teman saya mengerjakan tugas sesuka hati
-
17
Kerjasama
memecahkan masalah yang dijumpai secara bersama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
Teman saya berdiskusi dalam memecahkan masalah yang dijumpai saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
+
18
Teman saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru
-
11
Proaktif
Menunjukkan prilaku proaktif dengan memberikan pendapat pada saat proses pembelajaran
Teman saya mengeluarkan pendapat pada saat proses pembelajaran berlangsung
+
16
Teman saya lebih memilih diam pada saat pembelajaran berlangsung
-
13


Lampiran 6

LEMBAR PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER ASESSMENT)
KESETIMBANGAN KIMIA

Nama Siswa                           : …………………….
Nama teman yang dinilai      : …………………….
Kelas                                       : …………………….
Tanggal                                  : …………………….

Petunjuk pengisian :
  1. Baca pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan baik, teliti, dan cermat.
  2. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan sikap dan kebiasaanmu pada kolom pilihan di sebelah kanan pernyataan dengan memberikan tanda checklist (√) pada kolom yang sesuai
  3. Jika pernyataan kurang jelas,  Tanyakan atau laporkan kepada guru

Keterangan jawaban :
SS        : Sangat setuju                         TS        : Tidak setuju
S          : Setuju                                    STS     : Sangat tidak setuju


No
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1
Teman saya mengajukan pertanyaan untuk hal yang kurang dipahami




2
Teman saya mengumpulkan tugas walau tidak sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh guru




3
Teman saya berusaha dalam mengerjakan tugas sendiri tanpa mencontek orang lain




4
Teman saya mengerjakan tugas secara terstruktur sesuai dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru




5
Teman saya mengemukakan kalau ada fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari




6
Teman saya memeriksa kembali tugas sebelum dikumpulkan kepada guru




7
Teman saya mencari informasi di internet dan media lain terkait materi kesetimbangan kimia




8
Teman saya diam saat proses pembelajaran berlangsung walau dia terlihat tidak mengerti




9
Teman saya mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan oleh guru




10
Teman saya tidak ada mengemukakan fenomena alam yang berhubungan dengan reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari




11
Teman saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan oleh guru




12
Teman saya berusaha dalam mengerjakan tugas sendiri tanpa mencontek orang lain




13
Teman saya lebih memilih diam pada saat pembelajaran berlangsung




14
Teman saya mencari informasi di internet tentang dunia sosial




15
Teman Saya mengumpulkan tugas tanpa diperiksa kembali




16
Teman saya mengeluarkan pendapat pada saat proses pembelajaran berlangsung




17
Teman saya mengerjakan tugas sesuka hati




18
Teman saya berdiskusi dalam memecahkan masalah yang dijumpai saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru





Pedoman Penskoran :
·         Pernyataan Positif
SS        = 4
S          = 3
TS        = 2
STS     = 1
·         Pernyataan negatif
SS        = 1
S          = 2
TS        = 3
STS     = 4
Skor siswa didapatkan dengan menggunakan rumus:
Skor = skor yang diperoleh/skor masksimal x 4


Lampiran 7
FORMAT PENILAIAN AFEKTIF

No
Nama
siswa
Komponen penilaian
Nilai
Predikat
Observasi
Penilaian diri
Penilaian teman sejawat
1






2






3






4







Nilai afektif = (0,5 x Obs) + (0,25 x PD) + (0,25 x PTS)
dimana:
Obs   = nilai observasi
PD     = nilai dari penilaian diri
PTS   = nilai dari penilaian teman sejawat
Predikat penilaian dibagi dengan kriteria sebagai berikut:
Sangat Baik              : skor 3,33 < skor ≤ 4,00
Baik                          : skor 2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup                       : skor 1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang                      : skor skor ≤ 1,33
Lembar Penilaian: Aspek Psikomotor
A.    Mata Pelajaran      : Kimia
B.     Kelas / Semester   :  XI/I
C.     Aspek Yang diukur: Aspek Psikomotor Untuk Percobaan : Faktor Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Pergeseran kesetimbangan
No
Nama Siswa
Aspek Yang Dinilai
Jum.Skor
Nilai
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
Dst
Keterangan:
No.
Kriteria yang dinilai
1
Cara mengukur larutan dengan gelas ukur
2
Cara mmasukkan larutan ke dalam gelas kimia
3
Cara memipet larutan
4
Cara membagi larutan kedalam tabung reaksi
5
Cara memasukkan larutan ke dalam tabung reaksi
6
Cara mencampurkan bahan
7
Cara melihat perubahan warna pada larutan
8
Cara membersihkan gelas ukur
9
Cara membersihkan tabung reaksi
10
Kebersihan dan kerapian
  Pedoman penskoran: (skor Max = 40)
4 = sangat tepat, 3 = tepat, 2 = kurang tepat, 1 = tidak tepat
Nilai          =  x 100
     
Rubrik Penilaian
1.      Cara mengukur larutan dengan gelas ukur
a.       memilih gelas ukur yang sama atau lebih besar dengan volume zat cair yang akan diukur
b.      pembacaan skala gelas harus lurus dengan mata
c.       membilas terlebih dahulu gelas ukur dengan air suling sebelum digunakan
d.      memasukkan zat cair yang akan diukur sampai volume yang diinginkan
2.      Cara memasukkan larutan ke dalam gelas kimia
a.       membersihkan  gelas kimia dengan air suling
b.      menggunakan selinder ukur yang sesuai
c.       menuangkan larutan dengan hati-hati (sedikit demi sedikit)
d.      meletakkan gelas kimia pada tempatnya (talang)
3.      Cara memipet larutan dengan pipet tetes
  1. memilih pipet yang akan digunakan
  2. membilas bagian dalam pipet dengan cara membuka karet pipet
  3. memencet satu kali karet pipet
d.      memasukkan larutan ke dalam tempat yang telah disediakan
4.      Cara membagi larutan kedalam tabung reaksi
  1. Memilih tabung reaksi
  2. Menyimpan tabung reaksi pada tempatnya (rak tabung)
  3. Memberi tanda(label) pada tabung yang dianggap sebagai pembanding
d.      Membagi larutan dengan volume yang sama
5.  Cara memasukkan larutan ke dalam tabung reaksi
a.       membersihkan tabung reaksi dengan air suling
b.    menggunakan bantuan batang pengaduk
c.   menuangkan larutan denga hati-hati (sedikit demi sedikit)
d.      meletakkan tabung pada tempatnya (rak tabung)
6.      Cara mencampurkan bahan
  1. menggunakan wadah yang yang cukup besar
  2. mencampurkan dengan hati-hati (sedikit demi sedikit)
  3. sesuai dengan takaran
  4. menghomogenkan campuran dengan batang pengduk atau dengan menggoyangkan wadah
8.      Cara membersihkan gelas ukur
  1. membilas dengan menggunakan air
  2. menggunakan sabun
  3. mengeringkan dengan tissue atau kain
  4. meletakkan pada tempatnya
9.      Cara membersihkan tabung reaksi
  1. membilas dengan menggunakan air
  2. menggunakan sabun
  3. mengeringkan dengan tissue atau kain
  4. meletakkan pada rak tabung dengan posisi terbalik
Pedoman penskoran tiap indikator di atas
4 = semua kriteria dipenuhi
3 = hanya 3 kriteria yag dipenuhi
2 = hanya 2 kriteria yang dipenuhi
1=  jika hanya 1 kriteria yang dipenuhi
7.      Cara melihat perubahan warna pada larutan
Skor
Diskriptor
4
melihat warna dengan menggunakan kertas putih sebagai latar dan membandingkan dengan keadaan awal
3
melihat warna dengan menggunakan kertas putih sebagai latar, tidak membandingkan dengan keadaan awal
2
melihat warna langsung pada tabung tanpa menggunakan kertas putih sebagai latar tetapi, membandingkan dengan keadaan awal
1
melihat warna langsung pada tabung tanpa menggunakan kertas putih sebagai latar dan tidak membandingkan dengan keadaan awal
10.  Kebersihan dan kerapian
Skor
Deskriptor
4
tempat selalu bersih dan rapi
3
tempat bersih tetapi tidak rapi
2
tempat sedikit kotor
1
tempat selalu kotor

Rubrik Penilaian Diri untuk aspek Psikomotor
Lembar:  observasi  Penilaian Diri (Self Asessmen)
Nama               :
Kelas               :                      
Tanggal           :
No
S. Kompetensi / K. Dasar/ Kriteria yang dinilai
Tanggapan
Ket.
3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan  kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
3.3 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan
3= trampil
2=kurang trampil
1=Tidak trampil
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Cara mengukur larutan dengan gelas ukur
Cara mmasukkan larutan ke dalam gelas kimia
Cara memipet larutan
Cara membagi larutan kedalam tabung reaksi
Cara memasukkan larutan ke dalam tabung reaksi
Cara mencampurkan bahan
Cara melihat perubahan warna pada larutan
Cara membersihkan gelas ukur
Cara membersihkan tabung reaksi
Rubrik : PENILAIAN LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
Standar Kompetensi   :
Kompetensi Dasar          :
Indikator                        :
Aspek penilaian              : Praktik/Psikomotor
Tanggal Penilaian        :
No
Nama siswa
Kriteria /Aspek
Skor
Nilai
1
2
3
4
5
1.
2.
3.
….
Rubrik Penilaian Laporan Prarktikum
No
Aspek yang dinilai
Skor
Kriteria
1.
Bentuk Laporan
1
·       Bila 4 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi
2
·       Bila 3 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi
3
·       Bila 2 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi
4
·       Bila 1 kriteria dari point 5 tidak dipenuhi
·       Tulis tangan
·       Menarik
·       Sistematik
5
·       Bahasa yang digunakan komunikatif (mudah dipahami)
·       Menyajikan dasar teori yang sesuai dengan tujuan
Praktikum
1
·      Tidak melampirkan data pengamatan
2
·      Tiga (3) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
3
·      Dua (2) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
4
·      Satu (1) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
2.
Data Pengamatan
·      Data yang disajikan dalam bentuk tabel dan atau
Grafik
5
·       Data yang disajikan sesuai dengan hasil praktikum
·       Data yang disajikan jelas, dan mudah dipahami
1
·    Tidak menyajikan pembahasan
2
·    Tiga (3) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
3
·      Dua (2) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
4
·      Satu (1) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
3.
Pembahasan
·      Bahasa yang digunakan komunikatif
·      Pembahasan sesuai dengan hasil praktikum
5
·      Adanya hubungan             antara pembahasan dengan literatur yang diambil
·      Kesimpulan tidak disajikan menggunakan bahasa
     yang komunikatif
·      Kesimpulan yang diambil tidak berdasarkan data
1
      Pengamatan
·      Kesimpulan yang disajikan tidak sesuai       dengan
      pembahasan
·      Kesimpulan tidak sesuai dengan tujuan praktikum
Ketepatan
Pengambilan
Kesimpulan
2
·       Tiga (3) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
4.
3
·       Dua (2) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
4
·       Satu (1) kriteria skor 5 tidak terpenuhi
·     Kesimpulan disajikan menggunakan bahasa yang
     komunikatif
·     Kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum
5
·    Kesimpulan  yang disajikan sesuai dengan pembahasan
·         Kesimpulan yang diambil berdasarkan  data pengamatan
5.
Waktu pengumpulan
laporan resmi
1
Terlambat 4 hari atau lebih
2
Terlambat 3 hari
3
Terlambat 2 hari
4
Terlambat 1 hari
5
Tepat waktu
Lampiran:  Lembar Observasi Penilaian Proses Presentase Laporan hasil praktik                               
Kelas: ……....                                     Tgl: ……....…
NO.
NAMA SISWA
Aspek yang diukur
Jumlah skor
Rata- rata
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
Dst
Keterangan:
Aspek yang diukur:         
1.      Pola berpikir saat menyampaikan informasi/pendapat
2.      Pola berpikir saat memberikan argumentasi
3.      Pola berpikir saat memberikan kritikan
4.      Kejelasan fokus dan arah pertanyaan
5.      Bahasa yang dipakai (saat menyampaikan informasi, kritikan, atau argumentasi)
6.      Kemampuan dalam berbicara (memberikan informasi, berpendapat, berargumentasi)
Rubrik:
Aspek 1:
1 = jika sama sekali tidak runtut/teratur
2 = jika sebagian kecil  runtut/teratur
3 = jika sebagian besar runtut/teratur
4 = jika seluruhnya runtut/teratur
Aspek 2:
1 = jika sama sekali tidak runtut/teratur
2 = jika sebagian kecil  runtut/teratur
3 = jika sebagian besar runtut/teratur
4 = jika seluruhnya runtut/teratur
Aspek 3:
1 = jika sama sekali tidak runtut/teratur
2 = jika sebagian kecil  runtut/teratur
3 = jika sebagian besar runtut/teratur
4 = jika seluruhnya runtut/teratur
Aspek 4:
1 = jika sama sekali tidak jelas fokus dan arahnya
2 = jika fokus dan arah pertanyaan menjadi jelas setelah diminta mengulang
3 = jika menyadari bahwa fokus dan arahnya tidak jelas sehingga pertanyaannya diulang
4 = jika fokus dan arah pertanyaan jelas
Aspek 5:
1 = jika semuanya tidak baik dan tidak benar/tidak baku
2 = jika sebagian besar  tidak baik dan tidak benar/tidak baku
3 = jika sebagian kecil tidak baik dan tidak benar/tidak baku
4 = jika seluruhnya baik dan benar/baku
Aspek 6:
1 = jika sama sekali tidak lancar
2 = jika kadang lancar dan kadang tidak
3 = jika sebagian besar lancar
4 = jika seluruhnya lancar

LEMBAR OBSERVASI
ASPEK AFEKTIF
Mata Pelajaran            : Kimia
Kelas/Semester            : XI/3
Nomor
Nama Siswa
Aspek Yang dinilai
Jum. Skor
Nilai
Kehadiran
Keaktifan dalam kelas
Keseriusan
Ketepatan waktu dalam megmpulkan tugas
1
2
3
dst
            Nilai = 
 Rubrik
No
Aspek yang dinilai
Skor
4
3
2
1
1
Kehadiran Siswa
Siswa hadir penuh
Siswa meninggalkan kelas
Siswa membolos
Siswa tidak masuk
2
Keaktifan siswa dalam kelas
Siswa aktif dalam kelas
Siswa kurang aktif
Siswa tidak aktif
Siswa dian saja dan pasif
3
Keseriusan/ motivasi/ perhatian
Siswa memperhatikan, serius, memiliki motivasi
Siswa memperhatikan, serius, tidak memiliki motivasi
Siswa memperhatikan, tetapi tidak serius dan tidak memiliki motivasi
Siswa tidak memperhatikan,  tidak serius dan tidak memilki moivasi
4
Ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas
Mengumpulkan tugas tepat waktu
Mengumpulkan tugas tidak tepat waktu
Mengumpulkan tugas sangat terlambat
Tidak mengumpulkan tugas
Lembar:  observasi  Penilaian Diri (Self Asessmen) Untuk aspek Afektif
Nama               :
Kelas               :                      
Tanggal           :
NO.
NAMA SISWA
Pernyataan
Rata-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
rata
1
2
3
4
Dst
Kriteria Pertanyaan
No
Pernyataan
Skala
Sl
Sr
Jr
Tp
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Siswa Hadir tepat waktu
Siswa Mengikuti pelajaran Kimia dengan  senang dan serius
Siswa tidak mengikuti pelajaran Kimia
Siswa merasa pelajaran Kimia bermanfaat.
Siswa berusaha mengerjakan soal-soal dengan serius
Siswa berusaha memahami materi ini
Siswa berani mengemukan pendapat/ide/ menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru
Siswa bertanya pada guru bila ada yang tidak jelas
Siswa selalu mengerjakan soal-soal latihan di rumah
Siswa berusaha memiliki buku referensi
Siswa menghargai pendapat teman
Jumlah
Keterangan : 
Aspek yang dinilai
Skor
1.                  Sl   =  selalu    
2.                  Sr  =  sering     
3.                  Jr   =  Jarang   
4.                  Tp  =  Tidak pernah
4
3
2
1
Kriteria Penilaian
Nilai Kulitatif
Nilai Kuantitatif
Amat Baik
A
> 90
Baik
B
80 - 89
Cukup
C
63 – 79
Kurang
D
<  63


berdasarkan pertanyaan diatas, sudah sesuaikan instrumen penilaian afektif dan psikomotor yang ditapilkan di atas? menurut mu apa yang harus diperhatikan dalam menyusun instrumen baik afektif maupun psikomotorik? berikan penjelasan disertai materi kimia!


Read More